Jumat, 15 Juli 2011


Hari ke lima belas, akhirnya tiba jua di penghujung waktu, melepaskan predikat sebagai peserta prajabatan golongan III Angkatan 39 tahun 2011, sukses selalu rekan-rekan semoga berjumpa lagi dalam kesempatan yang lebih baik...

Senin, 11 Juli 2011


Diklat Prajabatan Angkatan 39, Srondol , Semarang 2011.

Hari kesebelas ketika kutuliskan lagi guratan-guratan pena dalam lembaran modul, menepikan waktu yang kian dekat menuju penghujung perpisahan, tak pasti kapan lagi bisa bertemu calon2 orang sukses seperti mereka. Mereka hebat, beberapa manjadi inspirasi yang baik untuk menumbuhkan kembali asa ku yang telah terkoyak. Masing-masing punya mind set sesuai tupoksi sesuai latar belakang dunia kerjanya. Warna-warni tujuan hidup, pandangan hidup, bahkan ketika ada sebagian "ukhrawi" yang sedikit terlupakan. Hidup tak sekedar mengejar cita, karena harapan dan cita itu pun juga amanah yang di titipkan Alloh di dalam hati, Kapan saja sang Khalik bisa mengambilnya kembali, bahkan dari jalan yang mungkin tidak pernah terduga. Apa saja, dimana saja, bawa rasa syukur banyak-banyak, agar tak ada keluh kesah. karena kenikmatan dunia itu relatif, pun jua cita-cita, tak lain kunci dari kenikmatan dunia adalah rasa syukur, syukur dan syukur. Alhamdulillah......

Selasa, 05 Juli 2011



Potret pendidikan olahraga di pedesaan, malem ujan, pagi lapangan jadi kolam, what ever anak-anak selalu ceria.....



dalam konteks yang berbeda tentunya kita lebih beruntung dari mereka.....
mari berbagi, berempati,......

Prajabatan, Srondol 1-16 Juli 2011.


Pagiiii
Siaaaang...
Soreeeee....
BaRIS....

makan....baris dulu, antriiii....
semangat pagi..
menyongsong esok lebih baik..
peluh keringat tertahankan,
demi menghilangkan sebuh kata....

prajab pasti jaya....
ppasti jaya...
pasti jaya..
huh hah....
jaya jaya jaya joooooossssss

Selasa, 07 Desember 2010

Tahun baru 1432 H


Kuning membiru bergaris kelabu, brlalu sekejap brbinar di ujung cakrawala, menghentak tak bersuara menyeruak tanpa kata.Seakan bercerita tentang potongan potongan bait waktu yang terjadi selama ini, waktupun meninggalkan hari, dari hulu ke hilir tahun bak sekejap tanpa kompromi. Ya, hari itu pun berganti, yang sesaat kemudian akan terus berlari. Berlari meninggalkanmu tatkala diri tak sadar akan hal itu. Satu empat tiga satu berlalu, menyisakan koreksi penuh empati, Mari berbenah dirimenutup celah kekurangan, memperbaiki akhlaq yang terkoyak. Sambut tahun ini dengan cermat agar nantinya tak ada yang terlewat.

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHAROM 1432H. Koreksi diri, semoga akan terjadi hal-hal yang sudah direncanakan, AMIN......

Senin, 15 November 2010

Negeri Cincin Api Di Kolong Langit (part 2)

Cincin api itu menyisakan puing
Puing yang luluh lantah bak sahara yang penuh darah
Darah itu pun kering
Kering berserakan, tertumpuk tak ubahnya sampah

Hitam kelam masih saja menggelayut
Menebar takut di antara kalut
ah...apalah daya hati ini
Karena asa akan kembali....nanti....

Pekat.....
Hebat....
Tidakkah ingat....
Itu sebuah nasihat..???

Jangan bertanya kemana harus berlari
Pun jua kemana harus sembunyi
Bukan ini untuk ditakuti
Melainkan untuk dipahami

Adalah kita manusia...
tak jarang berhiaskan tamak
Sering kali pula bermahkotakan serakah
Adalah kita manusia...
Makhluk paling sempurna yang terkadang menilai keadilan dari nafsu semata
Adalah kita manusia...
Makhluk yang senantiasa harus membawa istighfar
Karena dalam setiap langkah selalu bersahabat dengan khilaf
Adalah kita....
...manusia.......

skh, 12-11-10
Negeri Cincin Api Di Kolong Langit (part 1)

Negeri Cincin api di kolong langit
negeri berjuta pesona, negeri berjuta kaya
Tongkat dan batu jadi tanaman .... Katanya.....
Yang kinihanya menjadi sosok negri sakit

Sakit karena pemimpin pemimpinnya korup
Sakit karena nurani pemimpinnya tak lagi peka
Sakit karena rakyatnya rakus merampok bumi tercinta
Sakit karena akhlaq penghuninya kian redup

Alampun marah...
Seakan enggan ddi jadikan rumah
Bumipun benci..
Meradang penuh caci...

Kini bah di tumpahkan di tanah kaya
Pasir membara diterbangan kemana-mana
Masihkah kita punya nyali untuk bertanya???
Ini salah Siapa???

Alloh...
Jadikan bencana-bebcana ini
Peringatan dan ampunan khilaf kami
.....kami.... penghuni negeri cincin api
yang begitu dhoif di bawah kolong langit..

skh, 06-11-10